NGanTuK

Langit bernuansa kelam
Aku tahu,
karena malam ini tak berhasil ku kecup bulan

Awan hitam dipermainkan angin beku
Hingga embun menjadi kristal-kristal putih
Tapi mataku terlalu berat tuk memandangnya

Walau jalan tertutup malam
Tetap, melangkah memang sebuah keniscayaan
Tapi aku terlalu lemah tuk sekedar berdiri

Tuhan,
aku lelah…
Mohon, idzinkan aku tidur sejenak

Seperti anak kecil
yang memejamkan mata sambil tersenyum
rebah
di pangkuan ibunya

(satu puisi lama, hnya sdg ingin mrasai kmbali …)

2 Responses to “NGanTuK”

  1. ratihwulans Says:

    ZzzZZzzzz…. ngantuk baca puisinyah (-_-)

  2. Arvenda Says:

    bangun oiii bangooon!!!

    malah ngiler disini lagi, ih.. jorki jg nih anak!

Leave a Reply