diKsi #1,2
#1
Mengapa kau bebani lagi benak yang kerontang?
tak cukupkah angin merah yang menusuk-nusuk dan membuatnya berongga?
kenangan jangan kau usik! biarkan ia ditempatnya.
Tapi mengapa kau coba lagi merasai madunya?
di tiap dahan, di tiap lembah
mencoba menikmati apa yang tak bisa direnggut
Putar arah wajahmu
karena kau berjalan ke depan
Lepaskan, biar kenangan terbang
karena ia abadi, sedang kita tidak.
#2
Cinta,
tak ada lagi kata
Ngarai
tak bisa lagi bicara
dan langit melukis senyum
dan bumi merenggut kekasih
Pada gerimis aku menangis
Jangan lagi duka menjadi luka
# langit malam yg terisak di penghujung september o5
October 11th, 2005 at 1:02 am
O..jd kl gerimis itu aromanya rada2 bau naga,…berarti kecampur sama aer matanya om ari ya hehehe…soalnya cuaca depok lebih relevan sama jawa barat daripada sama jakarta…
pantesan…hmm ..ic..ic..:))
August 2nd, 2006 at 6:09 am
i like that diksi,…i dont know why…just love it tapi sediiihhh. asikk sering2 aja bikin puisi om pri. padahal aku pernah baca sebelumnya tuh, waktu liat2 blog om pri ini. still i love it ^_^.
August 9th, 2006 at 9:18 pm
@mbak desiw, dasaar..
@evi,
i like this poetry too teh epiw.. hihi.. *narses mode on