diKsi #1,2

#1

Mengapa kau bebani lagi benak yang kerontang?
tak cukupkah angin merah yang menusuk-nusuk dan membuatnya berongga?
kenangan jangan kau usik! biarkan ia ditempatnya.

Tapi mengapa kau coba lagi merasai madunya?
di tiap dahan, di tiap lembah
mencoba menikmati apa yang tak bisa direnggut

Putar arah wajahmu
karena kau berjalan ke depan

Lepaskan, biar kenangan terbang
karena ia abadi, sedang kita tidak.

#2

Cinta,
tak ada lagi kata

Ngarai
tak bisa lagi bicara

dan langit melukis senyum
dan bumi merenggut kekasih

Pada gerimis aku menangis
Jangan lagi duka menjadi luka

# langit malam yg terisak di penghujung september o5

3 Responses to “diKsi #1,2”

  1. Desieris Says:

    O..jd kl gerimis itu aromanya rada2 bau naga,…berarti kecampur sama aer matanya om ari ya hehehe…soalnya cuaca depok lebih relevan sama jawa barat daripada sama jakarta…
    pantesan…hmm ..ic..ic..:))

  2. Evi Says:

    i like that diksi,…i dont know why…just love it tapi sediiihhh. asikk sering2 aja bikin puisi om pri. padahal aku pernah baca sebelumnya tuh, waktu liat2 blog om pri ini. still i love it ^_^.

  3. Arvenda Says:

    @mbak desiw, dasaar..

    @evi, :( i like this poetry too teh epiw.. hihi.. *narses mode on

Leave a Reply